Gema Goeyardi, pendiri PT Astronacci International mengatakan, tepat pada 30 Mei 2014, atas pengaruh siklus Sun Square Neptune dan Sun Trine Mars yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa akan terjadi pembalikan arah pada IHSG. “Secara mengejutkan pembalikan arah harga terjadi pada saat pre-closing di mana hal ini kami lihat merupakan perdagangan yang kurang fair bagi investor retail secara mayoritas,” katanya kepada INILAHCOM, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Menurut dia, tidak ada yang dapat keluar dengan hempasan pasar secara tiba-tiba seperti yang terjadi pada akhir pekan lalu. “Akan tetapi, setidaknya Astronacci Time Forecast telah melihat bahwa 30 Mei 2014 merupakan pembalikan arah,” ujarnya.
Oleh karena itu, lanjut dia, dengan supply yang besar menekan harga saham-saham bluechips. “Kami menyimpulkan fase sideways yang disertai koreksi dengan skala moderat telah terjadi. Anda harus keluar dari pasar untuk sementara waktu,” tandas dia.
Menurut Gema, IHSG akan menghadapi ancaman turun hingga 4.770 dengan time support baru pada 6 Juni 2014. “Artinya, apapun yang akan terjadi di masa depan, IHSG tidak akan bergerak bullish melainkan akan mengalami sideways atau koreksi moderat hingga tanggal dan level harga tersebut di atas,” ungkap dia.
Dalam tren jangka panjang, IHSG tidak bearish tetapi akan memasuki babak koreksi yang lebih besar dibandingkan seluruh koreksi yang terjadi sejak awal tahun 2014.
Dia menegaskan, pembalikan arah telah terjadi dan situasi ini memberikan tanda penting untuk mulainya siklus sideways besar baru yang disertai koreksi moderat hingga maksimal menuju 4.770. “Ada peluang rebound terjadi pada 2 Juni 2014. Gunakan kesempatan ini untuk sell on strength baik saat profit taking ataupun stop loss,” tandas dia.
Weekly dan daily momentum telah memperlihatkan adanya bearish reversal yang merupakan indikasi penting bahwa supply besar telah masuk ke pasar.
Pada 7 Juni 2014, mercury retrograde akan terjadi. “Berdasarkan time geometric, 6 Juni 2014 akan menjadi titik pembalikan arah baru di mana support baru akan terbentuk pada tanggal tersebut sebelum kemudian memasuki babak sideways panjang selama 20 hari ke depan.
Untuk strategi trading harian Gema menyarankan, lakukan profit taking untuk saham PT Elnusa (ELSA) dan PT Matahari Putra Prima (MPPA). “Stoploss harus segera dilakukan untuk saham-saham yang telah menyentuh target stop loss-nya,” tandas dia.
Jual saham-saham ini - stop Loss (Entry 20-28/5/14): PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) dan PT Gudang Garam (GGRM). “Jual saham-saham yang belum terkena stop loss namun tidak bergerak naik pada hari Senin (2/6/2014) hingga jam 3 sore,” tuturnya.
Saham PT Erajaya Swasemmbada (ERAA) dan PT Vale Indonesia (INCO) dapat diberi kesempatan untuk naik hingga 3 Juni 2014. “Selebihnya, batalkan untuk membeli saham,” imbuh Gema seraya mewanti

0 komentar:
Posting Komentar